Definisi Masyarakat Kelas Menengah di Amerika Serikat Vs Indonesia

Kelas menengah adalah konsep yang penting untuk memahami struktur sosial dan ekonomi suatu negara. Baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia, definisi kelas menengah dapat bervariasi, namun umumnya didasarkan pada pendapatan rumah tangga. Artikel ini akan membandingkan bagaimana kelas menengah didefinisikan di kedua negara, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi klasifikasi ini.

Definisi Kelas Menengah di Amerika Serikat

Menurut Pew Research Center, sebuah lembaga penelitian ternama di AS, kelas menengah didefinisikan sebagai rumah tangga yang memiliki pendapatan antara dua pertiga hingga dua kali median pendapatan rumah tangga nasional. Pada tahun 2021, median pendapatan rumah tangga di AS sekitar $68.700 (Rp 1.131.000.000) per tahun. Berdasarkan definisi ini, kelas menengah akan mencakup rumah tangga dengan pendapatan tahunan antara sekitar $45.800 hingga $137.400. (Rp 755.000.000 – Rp 2.263.000.000).

Definisi Kelas Menengah di Indonesia

Di Indonesia, definisi kelas menengah juga beragam. Menurut Bank Dunia pada 2016, kelas menengah di Indonesia didefinisikan sebagai mereka yang memiliki pengeluaran antara USD 2 hingga USD 10 per kapita per hari. Ini setara dengan pengeluaran sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta per bulan per orang pada kurs saat itu.

Variasi Regional

Penting untuk dicatat bahwa biaya hidup di berbagai wilayah Amerika Serikat sangat bervariasi. Di kota-kota besar seperti New York atau San Francisco, pendapatan yang dianggap sebagai kelas menengah mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan atau kota kecil. Misalnya, di San Francisco, biaya hidup yang tinggi mungkin membuat pendapatan $100.000 per tahun terasa seperti pendapatan kelas menengah bawah, sementara di daerah pedesaan, pendapatan yang sama bisa dianggap sebagai kelas atas.

Di Indonesia, variasi regional juga signifikan. Biaya hidup di Jakarta, misalnya, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kota-kota kecil atau daerah pedesaan. Oleh karena itu, pendapatan yang dianggap sebagai kelas menengah di Jakarta mungkin tidak sama dengan di daerah lain.

Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi Klasifikasi Kelas Menengah

Selain pendapatan, ada beberapa faktor lain yang sering digunakan untuk menentukan apakah seseorang atau sebuah rumah tangga termasuk dalam kelas menengah. Faktor-faktor ini meliputi:

  1. Kepemilikan Rumah: Memiliki rumah sendiri sering dianggap sebagai indikator stabilitas ekonomi dan sering dikaitkan dengan status kelas menengah.
    • Di AS, kepemilikan rumah adalah salah satu indikator penting dari kelas menengah. Rumah biasanya menjadi investasi jangka panjang yang menunjukkan stabilitas keuangan.
    • Di Indonesia, kepemilikan rumah juga penting, namun banyak keluarga kelas menengah yang masih tinggal di rumah sewa karena harga properti yang tinggi.
  2. Akses ke Pendidikan Tinggi: Kemampuan untuk membayar pendidikan tinggi untuk anak-anak merupakan indikator penting lainnya.
    • Di AS, akses ke pendidikan tinggi sering kali menunjukkan kelas menengah karena biaya pendidikan yang tinggi.
    • Di Indonesia, meskipun biaya pendidikan tinggi lebih rendah dibandingkan dengan AS, kemampuan untuk membiayai pendidikan anak di universitas ternama tetap menjadi tanda kelas menengah.
  3. Kemampuan Menabung dan Berinvestasi: Kelas menengah biasanya memiliki kemampuan untuk menabung dan berinvestasi.
    • Di AS, menabung untuk pensiun dan berinvestasi dalam saham atau obligasi adalah hal umum di kalangan kelas menengah.
    • Di Indonesia, tabungan sering kali digunakan untuk investasi dalam bentuk emas atau properti, karena dianggap lebih aman.
  4. Akses ke Asuransi Kesehatan: Memiliki asuransi kesehatan yang baik sering dianggap sebagai salah satu tanda kelas menengah.
    • Di AS, akses ke asuransi kesehatan adalah indikator penting karena biaya kesehatan yang tinggi.
    • Di Indonesia, asuransi kesehatan semakin penting dengan adanya BPJS, meskipun kualitas layanan bisa bervariasi.

Kesimpulan

Meskipun ada perbedaan dalam definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi klasifikasi kelas menengah di Amerika Serikat dan Indonesia, beberapa elemen dasar tetap sama. Pendapatan, kepemilikan rumah, akses ke pendidikan tinggi, kemampuan menabung dan berinvestasi, serta akses ke asuransi kesehatan adalah indikator penting dari status kelas menengah di kedua negara.

Memahami definisi dan karakteristik kelas menengah di berbagai negara membantu kita untuk lebih baik memahami dinamika ekonomi dan sosial yang ada, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh kelompok ini dalam ekonomi global yang terus berubah.

 

Artikel ini mengacu pada beberapa sumber dan referensi yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai definisi kelas menengah di Amerika Serikat dan Indonesia. Berikut adalah beberapa sumber yang relevan:

  1. Pew Research Center: Pew Research Center memberikan definisi dan analisis tentang kelas menengah di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan rumah tangga. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs web resmi mereka.

    Referensi: Pew Research Center

  2. Bank Dunia (World Bank): Bank Dunia telah melakukan penelitian tentang kelas menengah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Studi mereka mencakup definisi dan kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelas menengah.

    Referensi: World Bank – The Emerging Middle Class in Developing Countries

  3. Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia: BPS menyediakan data dan laporan tentang pendapatan, pengeluaran, dan indikator ekonomi lainnya yang dapat digunakan untuk mendefinisikan kelas menengah di Indonesia.

    Referensi: Badan Pusat Statistik

  4. Studi dan Laporan Akademis: Banyak studi akademis yang mengeksplorasi definisi dan karakteristik kelas menengah di berbagai negara. Artikel dan jurnal dari universitas dan lembaga penelitian sering kali memberikan wawasan yang lebih mendalam.
  5. Artikel dan Publikasi Ekonomi: Publikasi dari berbagai media ekonomi seperti Forbes, The Economist, dan Bloomberg sering kali membahas kelas menengah dalam konteks global dan regional.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci dan spesifik, mengacu pada laporan, artikel, dan studi terbaru dari sumber-sumber ini sangat disarankan.