
Kalau Home Assistant dipakai sebagai pusat smart home, sering ada kebutuhan sederhana yang terasa kurang praktis: membuka file dari server lokal tanpa harus pindah aplikasi. Misalnya file CCTV di NAS, folder backup, dokumen di komputer Windows, atau media yang dibagikan lewat Samba.
Samba Explorer for Home Assistant dibuat untuk kebutuhan itu. Integrasi ini bertujuan menghadirkan file browser SMB/Samba langsung di dalam Home Assistant, sehingga folder jaringan bisa dibuka dari sidebar atau dashboard Lovelace.
Daftar Isi
Proyek ini masih dalam tahap pengembangan awal. Berdasarkan README repositorinya, versi saat ini adalah 0.1.16, jadi lebih tepat dipahami sebagai custom integration yang sedang tumbuh, bukan add-on final yang semua fiturnya sudah stabil.
Apa Itu Samba Explorer for Home Assistant?
Samba Explorer adalah custom integration Home Assistant untuk menghubungkan Home Assistant ke SMB/Samba share. Dengan integrasi ini, file dari server Samba dapat ditampilkan dalam UI Home Assistant.
Contoh target yang relevan:
- server Ubuntu dengan Samba,
- folder sharing Windows,
- NAS Synology,
- TrueNAS,
- OpenMediaVault,
- Unraid,
- server lain yang mendukung SMB2 atau SMB3.
Ide utamanya sederhana: file jaringan dibuat terasa seperti bagian dari Home Assistant. Pengguna tidak perlu membuka file manager terpisah hanya untuk mengecek folder tertentu.
Fitur yang Sudah Tersedia
Pada versi awal ini, beberapa bagian inti sudah tersedia.
1. Setup Melalui Config Flow
Integrasi sudah menyediakan config flow untuk menambahkan koneksi SMB/Samba. Saat setup, pengguna dapat mengisi data seperti alamat server, nama share, username, password, base path, dan domain bila diperlukan.
Ada juga pengujian koneksi SMB saat setup, sehingga konfigurasi yang salah bisa diketahui lebih cepat.
2. Update Login Melalui Options Flow
Jika username, password, atau detail login SMB berubah, pengguna tidak harus membuat integrasi baru dari awal. Samba Explorer menyediakan options flow untuk memperbarui detail login pada entry yang sudah ada.
Ini penting untuk pemakaian jangka panjang, karena credential SMB sering berubah saat server diperbarui, user diganti, atau password diperketat.
3. Sidebar Panel di Home Assistant
Samba Explorer dapat muncul sebagai panel di sidebar Home Assistant. Dari panel ini pengguna bisa membuka folder dan file dari SMB share yang sudah dikonfigurasi.
Akses sidebar juga bisa diatur: hanya admin, atau semua user yang login ke Home Assistant. Default-nya admin-only, pilihan yang cukup aman untuk integrasi file browser.
4. Lovelace Custom Card
Selain sidebar, Samba Explorer juga bisa dipasang sebagai custom card di dashboard Lovelace. Ini berguna kalau pengguna ingin menaruh file browser di dashboard tertentu, misalnya dashboard CCTV, dashboard server, atau halaman monitoring rumah.
Contoh konsep card:
type: custom:samba-explorer-card
title: CCTV Files
path: /sembako/gudangbaru1
Jika ada lebih dari satu koneksi, card juga dapat diarahkan ke entry_id tertentu.
5. Browse Folder dan Pagination
Integrasi ini sudah mendukung daftar folder dan file melalui WebSocket API. File terbaru ditampilkan lebih dulu, dan tampilan direktori memakai pagination 50 item per halaman.
Pagination seperti ini penting untuk folder yang isinya banyak, misalnya rekaman CCTV, hasil backup, atau folder media.
6. Preview File Umum
Samba Explorer juga sudah memiliki preview dasar untuk beberapa tipe file:
- gambar,
- video,
- audio,
- PDF,
- file teks.
Untuk video dan audio, preview memakai mekanisme range-based agar file besar tidak langsung dimuat sekaligus. Ini lebih ramah untuk jaringan lokal dan perangkat Home Assistant yang resource-nya terbatas.
7. Download File
File dapat diunduh dari dialog preview. Fitur ini berguna untuk mengambil file tertentu dari NAS atau share lokal tanpa membuka SMB client dari komputer lain.
Fitur yang Masih Direncanakan
Karena status proyek masih early development, ada beberapa fitur yang tercatat sebagai rencana, antara lain:
- upload file,
- rename file atau folder,
- delete file atau folder,
- copy dan move,
- membuat folder baru,
- pencarian file,
- favorites,
- peningkatan UX untuk banyak server.
Bagian ini perlu diperhatikan supaya ekspektasinya pas. Samba Explorer sudah bisa dipakai untuk kebutuhan browse, preview, dan download, tetapi belum sebaik file manager penuh untuk operasi tulis yang kompleks.
Cara Install Manual
Instalasi manual mengikuti pola umum custom integration Home Assistant.
- Salin folder
custom_components/samba_explorerke foldercustom_componentsmilik Home Assistant. - Restart Home Assistant.
- Buka
Settings > Devices & services. - Tambahkan integrasi Samba Explorer.
- Isi alamat server, share, username, password, base path, dan domain bila diperlukan.
- Buka Samba Explorer dari sidebar Home Assistant.
Repositori ini juga sudah memiliki hacs.json, tetapi README menandai dukungan HACS sebagai rencana yang masih perlu pengujian lebih luas sebelum dianggap stabil.
Contoh Konfigurasi Koneksi
Secara konsep, data koneksi SMB berisi informasi seperti berikut:
server: 192.168.1.10
share: media
username: homeassistant
password: your_password
base_path: /
domain: WORKGROUP
Untuk keamanan, gunakan user SMB khusus dengan akses terbatas. Jangan memakai akun administrator atau root untuk kebutuhan file browsing dari Home Assistant.
Catatan Keamanan
File browser di dalam Home Assistant harus diperlakukan dengan hati-hati, terutama jika nanti fitur upload, delete, rename, copy, dan move sudah aktif.
Beberapa kebiasaan aman yang sebaiknya diterapkan:
- gunakan user SMB khusus,
- batasi akses hanya ke folder yang diperlukan,
- jangan beri permission tulis jika hanya butuh membaca file,
- hindari akun administrator,
- validasi base path agar tidak keluar dari folder yang diizinkan,
- konfirmasi tindakan berisiko seperti delete dan overwrite.
Untuk pemakaian rumah, ini mungkin terlihat berlebihan. Tetapi begitu Home Assistant bisa melihat folder backup, folder CCTV, atau folder dokumen, pembatasan akses menjadi penting.
Cocok Untuk Siapa?
Samba Explorer cocok untuk pengguna Home Assistant yang punya file server lokal dan ingin akses cepat dari satu dashboard.
Contoh pemakaian:
- melihat rekaman atau cuplikan file CCTV dari folder Samba,
- membuka folder backup dari NAS,
- mengecek file log sederhana,
- menaruh browser file media di dashboard Lovelace,
- menghubungkan Home Assistant dengan folder sharing Windows atau Linux.
Integrasi ini paling menarik untuk pengguna yang Home Assistant-nya sudah menjadi pusat kontrol rumah, server kecil, atau perangkat monitoring.
Kesimpulan
Samba Explorer for Home Assistant adalah custom integration yang menarik untuk membawa SMB/Samba share langsung ke antarmuka Home Assistant. Fiturnya sudah mencakup setup integrasi, panel sidebar, Lovelace card, browsing folder, preview file, download, dan pagination.
Namun karena statusnya masih pengembangan awal, pengguna tetap perlu membaca README, memahami batas fitur yang sudah tersedia, dan tidak menganggapnya sebagai file manager penuh. Untuk kebutuhan melihat file dari NAS, server Samba, atau folder sharing lokal langsung dari Home Assistant, proyek ini sudah punya arah yang jelas dan layak dicoba di lingkungan testing.