Cara Mudah Menghitung Keuntungan Usaha Tani dengan Aplikasi

  1. Farm  
  2. 20 menit yang lalu

cara-menghitung-keuntungan-usaha-tani.png

Banyak petani, peternak, dan pembudidaya ikan merasa usahanya sudah untung, tetapi saat ditanya angkanya sering masih kira-kira. Padahal, kalau ingin usaha berkembang, kita perlu tahu dengan jelas berapa modal yang keluar, berapa hasil yang masuk, dan berapa keuntungan bersih yang benar-benar didapat.

Cara menghitung keuntungan usaha tani sebenarnya tidak sulit. Yang penting, semua biaya dan pemasukan dicatat dengan rapi. Dengan cara ini, kita bisa tahu apakah usaha padi, sayur, ayam, kambing, lele, nila, atau udang benar-benar menghasilkan laba atau justru masih nombok tanpa terasa.

Artikel ini membahas cara menghitung keuntungan usaha tani dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami petani lokal Indonesia, dan tetap relevan juga untuk usaha peternakan serta perikanan. Di bagian akhir, akan dibahas juga cara yang lebih praktis memakai MAXsi Farm, aplikasi pembukuan untuk usaha lapangan.

Kenapa Keuntungan Usaha Harus Dihitung?

Menghitung keuntungan itu penting supaya pelaku usaha tidak hanya mengandalkan perasaan. Kadang uang hasil penjualan terlihat banyak, padahal setelah dihitung ternyata biaya yang keluar juga besar.

Kalau keuntungan dihitung dengan benar, kita bisa:

  • tahu usaha benar-benar untung atau rugi,
  • tahu biaya mana yang paling besar,
  • membandingkan hasil tiap project atau musim,
  • menentukan harga jual yang lebih aman,
  • menyiapkan modal untuk siklus berikutnya,
  • menghindari uang usaha tercampur dengan uang rumah.

Kalau tidak ada hitungan yang jelas, biasanya orang hanya bilang, “yang penting ada hasil.” Padahal hasil besar belum tentu berarti laba besar.

Rumus Sederhana Menghitung Keuntungan Usaha Tani

Rumus paling mudah adalah:

Keuntungan = Total Pemasukan - Total Pengeluaran

Artinya, semua uang yang masuk dari hasil usaha dikurangi semua uang yang keluar untuk menjalankan usaha tersebut.

Contoh sederhana:

  • total hasil penjualan panen: Rp8.000.000
  • total biaya usaha: Rp5.500.000

Maka:

Keuntungan = Rp8.000.000 - Rp5.500.000 = Rp2.500.000

Kalau hasilnya masih positif, berarti untung. Kalau hasilnya minus, berarti rugi.

Biaya Apa Saja yang Harus Dihitung?

Supaya hitungan laba tidak salah, semua pengeluaran harus masuk. Jangan hanya menghitung biaya besar saja.

Biaya yang umum dicatat dalam usaha pertanian

  • benih atau bibit,
  • pupuk,
  • pestisida atau obat tanaman,
  • sewa lahan,
  • upah tenaga kerja,
  • biaya olah lahan,
  • biaya air atau irigasi,
  • ongkos angkut,
  • biaya alat dan perawatan.

Biaya yang umum dicatat dalam usaha peternakan

  • bibit ternak atau bakalan,
  • pakan,
  • vitamin dan obat,
  • kandang dan perawatan,
  • upah pekerja,
  • biaya listrik atau air,
  • biaya transportasi,
  • biaya kematian ternak kalau ada.

Biaya yang umum dicatat dalam usaha perikanan

  • benih ikan,
  • pakan,
  • obat dan vitamin,
  • biaya kolam atau tambak,
  • aerator, pompa, atau listrik,
  • tenaga kerja,
  • biaya perawatan air,
  • biaya panen dan pengangkutan.

Kalau ada biaya kecil seperti beli tali, plastik, karung, atau bahan tambahan lain, sebaiknya tetap dicatat. Biaya kecil yang sering keluar kalau dikumpulkan bisa jadi besar juga.

Cara Menghitung Keuntungan Usaha Tani Langkah demi Langkah

Supaya lebih mudah dipraktikkan, ikuti langkah sederhana berikut.

1. Catat semua modal dan biaya yang keluar

Setiap pengeluaran dicatat sejak awal. Jangan tunggu panen dulu.

2. Catat semua pemasukan hasil usaha

Semua hasil penjualan dicatat, baik penjualan besar maupun kecil.

3. Pisahkan per project atau per siklus

Misalnya:

  • padi sawah belakang,
  • cabai musim kemarau,
  • ayam petelur kandang 1,
  • kolam lele putaran April.

Dengan cara ini, keuntungan tiap usaha tidak bercampur.

4. Hitung selisih pemasukan dan pengeluaran

Setelah semua data masuk, baru dihitung:

Laba = pemasukan - pengeluaran

5. Evaluasi hasilnya

Dari situ kita bisa lihat:

  • apakah biaya terlalu besar,
  • apakah harga jual sudah cukup,
  • apakah project tertentu lebih menguntungkan,
  • apakah perlu menekan biaya di siklus berikutnya.

Contoh Menghitung Keuntungan Usaha Pertanian

Misalnya seorang petani menanam cabai di satu lahan.

Pengeluaran

  • bibit: Rp700.000
  • pupuk: Rp1.200.000
  • obat tanaman: Rp500.000
  • mulsa dan perlengkapan: Rp600.000
  • upah kerja: Rp1.000.000

Total pengeluaran: Rp4.000.000

Pemasukan

  • hasil penjualan cabai: Rp6.500.000

Maka:

Keuntungan = Rp6.500.000 - Rp4.000.000 = Rp2.500.000

Artinya, usaha cabai tersebut menghasilkan laba Rp2.500.000.

Contoh Menghitung Keuntungan Usaha Peternakan

Misalnya peternak ayam kampung menjalankan satu siklus pemeliharaan.

Pengeluaran

  • bibit ayam: Rp1.500.000
  • pakan: Rp2.200.000
  • vitamin dan obat: Rp300.000
  • perawatan kandang: Rp400.000
  • tenaga kerja dan biaya lain: Rp600.000

Total pengeluaran: Rp5.000.000

Pemasukan

  • penjualan ayam: Rp7.200.000

Maka:

Keuntungan = Rp7.200.000 - Rp5.000.000 = Rp2.200.000

Kalau tidak dihitung seperti ini, peternak bisa merasa uang penjualan besar, padahal sebagian besar sudah habis untuk pakan dan biaya perawatan.

Contoh Menghitung Keuntungan Usaha Perikanan

Misalnya pembudidaya lele punya satu kolam panen.

Pengeluaran

  • benih lele: Rp800.000
  • pakan: Rp2.300.000
  • obat dan vitamin: Rp250.000
  • listrik dan pompa: Rp350.000
  • biaya panen dan angkut: Rp300.000

Total pengeluaran: Rp4.000.000

Pemasukan

  • penjualan hasil panen lele: Rp5.800.000

Maka:

Keuntungan = Rp5.800.000 - Rp4.000.000 = Rp1.800.000

Contoh ini menunjukkan bahwa cara menghitung keuntungan usaha perikanan juga prinsipnya sama, yaitu pemasukan dikurangi semua biaya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Laba

Banyak usaha lapangan sebenarnya sudah berjalan baik, tetapi hitungan labanya jadi salah karena beberapa hal berikut:

  • ada pengeluaran kecil yang tidak dicatat,
  • uang usaha bercampur dengan uang pribadi,
  • hasil yang belum terjual tidak ikut dihitung,
  • stok barang tidak dipantau,
  • catatan satu project bercampur dengan project lain,
  • utang dan pinjaman modal tidak dipisah.

Karena itu, pencatatan yang rapi sangat membantu agar hitungan keuntungan tidak meleset.

Cara Mudah Menghitung Keuntungan dengan Aplikasi MAXsi Farm

aplikasi-pembukuan-android-untuk-pertanian-perkebunan-peternakan-perikanan.png

Kalau menghitung manual terasa repot, cara yang lebih praktis adalah memakai aplikasi pembukuan pertanian MAXsi Farm. Aplikasi ini cocok untuk usaha pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan karena pencatatannya bisa dipisah per project.

Beberapa fitur yang membantu menghitung keuntungan usaha antara lain:

Dashboard Ringkas

Di dashboard, pengguna bisa melihat ringkasan Pemasukan, Pengeluaran, Laba Bersih, serta Piutang / Utang untuk project yang sedang aktif.

Laporan Project

Laporan project membantu melihat ringkasan pembukuan satu project secara lengkap, termasuk pemasukan, pengeluaran, laba, piutang, dan utang. Ini sangat membantu untuk evaluasi satu musim tanam, satu kandang, atau satu kolam.

Pembukuan per Project

Setiap usaha bisa dipisah berdasarkan nama project, misalnya Padi MT 1, Ayam Broiler Kandang 2, atau Lele Kolam Bundar 3. Jadi hitungan untung tidak tercampur.

Stok

Stok membantu mencatat barang seperti pupuk, pakan, obat, dan perlengkapan usaha. Nilai stok juga bisa dipantau agar belanja berikutnya lebih terkontrol.

Lumbung Hasil

Kalau hasil panen atau hasil usaha belum dijual, datanya bisa dicatat di lumbung. Jadi kita tetap tahu ada hasil tersimpan yang belum masuk menjadi uang tunai.

Pinjaman Modal

Kalau usaha memakai modal pinjaman, pencatatannya bisa dipisah supaya lebih mudah menghitung kondisi usaha yang sebenarnya.

Contoh Praktis Pakai MAXsi Farm

Misalnya ada tiga usaha berbeda:

  • Cabai Lahan Timur
  • Ayam Petelur Kandang 1
  • Lele Kolam 2

Masing-masing dibuat sebagai project yang berbeda. Setelah itu, semua pengeluaran dicatat sesuai project masing-masing. Saat ada hasil penjualan, catat sebagai pemasukan di project yang sesuai.

Kalau masih ada pakan, pupuk, atau obat, datanya bisa dipantau di menu stok. Kalau hasil panen atau hasil ternak belum dijual semua, catat di lumbung. Setelah itu, buka dashboard atau laporan project untuk melihat laba bersih tiap usaha.

Dengan cara ini, pengguna tidak perlu bingung lagi menghitung secara manual dari banyak kertas atau catatan campur.

Kesimpulan

Cara menghitung keuntungan usaha tani dengan mudah sebenarnya cukup memakai rumus sederhana: total pemasukan dikurangi total pengeluaran. Namun supaya hasilnya benar, semua biaya harus dicatat dengan lengkap dan dipisah per project.

Cara ini tidak hanya berlaku untuk pertanian, tetapi juga sangat penting untuk peternakan dan perikanan. Semakin rapi catatan usaha, semakin mudah kita tahu usaha mana yang paling menguntungkan dan mana yang perlu diperbaiki.

Kalau ingin cara yang lebih praktis, MAXsi Farm bisa membantu menghitung keuntungan usaha pertanian, peternakan, dan perikanan langsung dari HP. Ingin lihat lebih lengkap fiturnya? Kunjungi halaman Aplikasi Buku Tani MAXsi Farm.

Cara Menghitung Keuntungan Usaha Tani Keuntungan Usaha Tani Laba Usaha Tani Pembukuan Petani MAXsi Farm Peternakan Perikanan